Tembok Beku

Hujan telah reda
Badai pun tak lagi menerpa,
Tapi entah mengapa
Sisa sisa nya belum juga sirna

Mungkin,
Semua nya telah Membeku
Membeku menjadi tembok tebal tak tertembuskan
Celah kecilpun tak tampak dari setiap centi tembok beku

Sinar itu tetap ada,
Ada dan menerangi kehidupan ini
Menghilkang setiap titik kecil kegelapan yang ada
Tapi semua percuma dan tak berarti

Tembok beku itu
Telah menjadi penutup pintu hatiku
Hatiku yang kini tak dapat tertembus sinarmu
Tertembus oleh sinar kasih sayang mu

Kebohongan itu,
Itu lah hujan dan badai di kehidupan ku
Menjadi pengahalang sinar kasih sayang mu
Sehingga hati ku gelap tak tersentuh oleh sinarmu

Share:

0 Komentar

Loading...