Tembok Beku
Hujan telah reda
Badai pun tak lagi menerpa,
Tapi entah mengapa
Sisa sisa nya belum juga sirna
Mungkin,
Semua nya telah Membeku
Membeku menjadi tembok tebal tak tertembuskan
Celah kecilpun tak tampak dari setiap centi tembok beku
Sinar itu tetap ada,
Ada dan menerangi kehidupan ini
Menghilkang setiap titik kecil kegelapan yang ada
Tapi semua percuma dan tak berarti
Tembok beku itu
Telah menjadi penutup pintu hatiku
Hatiku yang kini tak dapat tertembus sinarmu
Tertembus oleh sinar kasih sayang mu
Kebohongan itu,
Itu lah hujan dan badai di kehidupan ku
Menjadi pengahalang sinar kasih sayang mu
Sehingga hati ku gelap tak tersentuh oleh sinarmu
Badai pun tak lagi menerpa,
Tapi entah mengapa
Sisa sisa nya belum juga sirna
Mungkin,
Semua nya telah Membeku
Membeku menjadi tembok tebal tak tertembuskan
Celah kecilpun tak tampak dari setiap centi tembok beku
Sinar itu tetap ada,
Ada dan menerangi kehidupan ini
Menghilkang setiap titik kecil kegelapan yang ada
Tapi semua percuma dan tak berarti
Tembok beku itu
Telah menjadi penutup pintu hatiku
Hatiku yang kini tak dapat tertembus sinarmu
Tertembus oleh sinar kasih sayang mu
Kebohongan itu,
Itu lah hujan dan badai di kehidupan ku
Menjadi pengahalang sinar kasih sayang mu
Sehingga hati ku gelap tak tersentuh oleh sinarmu
Tags:
Kebohongan
Puisi
0 Komentar