Seberkas cahaya,
tak lebih besar dari pijaran lampu jalanan,
hanya sepercik cahaya,
seperti tetesan embun di pagi tanpa sang surya,
Seberkas dan sepercik cahaya,
hanya itu lah aku, hanya itu lah aku di hidupnya
Hanya lilin, bukan mentari,
yang takkan tampak ada jika gemerlap dunia hadir kembali di hidupnya
Perlahan tapi pasti, ku mulai terbakar,
Meleleh dan terus mengecil
Semakin ku mencoba menjadi cahaya besar,
Semakin cepat pula aku hilang
Tapi, harus kah ku padam,
Hingga ketika gelap di hidupnya datang
Tak ada sedikitpun cahaya terang
Mungkin ku hanya sepercik cahaya
Tapi ku takkan membiarkanmu buta
Tak perduli apa yang kurasa
Karena bagiku semua sama
Biarkan, biarkan ku tetap menjadi lilin dihidupnya
Lilin yang putih, hidup dengan cahaya
Menerangi relung hati yang paling dalam
Mengisi kekosongan hingga hati yang paling dalam
Seberkas cahaya,
Di antara gemerlap sinar sang surya
Seberkas cahaya
Di antara kehidupannya yang penuh cinta
Salam dari hati yang tak perlu engkau ketahui
0 Komentar